Kasus Mobilitas Sosial
Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas
sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih
bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok
bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang
sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam
mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi.
Kasus yang akan dibahas yaitu dari kasus mobilitas Jokowi, presiden
Republik Indonesia. Beberapa tahun yang lalu Jokowimasih sebagai sorang pengusaha
mebel yang berada di Solo. Kemudian Jokowi mencoba nasib di politik untuk
menjadi walikota Solo di tahun 2005 melalui dukungan PDIP. Sejak itulah dunia
pemerintahan dan politik menjadi bagian utama aktivitas sehari-hari. Usaha
mebel sepenuhnya diberikan kepada keluarga dan profesional untuk mengurusnya.
Ternyata prestasi dan gaya manajemen "blusukan" membuat Jokowi
kembali terpilih sebagai Walikota periode kedua tahun 2010-2015. Di mana
kehangatan hubungan dengan masyarakat lebih didahulukan dari pada kekuasaan
sebagai pemimpin. Dengan sikap yang hangat itu pulalah Jokowi berhasil
menyelesaikan persoalan pemindahan pedagang kaki lima. Tidak kurang dari 54
kali pertemuan dilakukan oleh Jokowi selama 7 bulan dalam suasana informal
sambil makan siang.Sejak periode kedua sebagai Walikota Solo inilah nama Jokowi
mulai muncul di tingkat nasional. Jokowi dianggap berhasil mengubah citra kota
Surakarta menjadi kota pariwisata, budaya, dan batik dengan motto "The Spirit
of Java".
Sikap rendah hati Jokowi tersebut ternyata mengundang simpati
secara nasional di mana suasana hati sebagian rakyat memang tidak lagi
menginginkan seorang pemimpin bergaya otoriter. Gaya kepemimpinan dan prestasi
Jokowi ternyata menarik perhatian politisi senior dan mantan Wakil Presiden
Jusuf Kalla. Pada tahun 2012, JK mengusulkan ke Megawati agar Jokowi bisa
dicalonkan PDIP sebagai kandidat calon Gubernur DKI Jakarta. Menariknya lagi
Prabowo Subianto juga turut mendukung dan mengajukan nama Basuki T Purnama
(Ahok) sebagai calon Wakil Gubernur Secara mengejutkan pasangan Jokowi-Ahok
menjadi pemenang. Belum sampai menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI
Jakarta, mulai bulan Oktober 2014 Jokowi resmi dilantik sebagai Presiden RI ke
7. Melalui politik Jokowi berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia dan melalui
politik juga status sosialnya meningkat tajam. Hal ini juga terjadi pada
diri Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY. Yang membedakan
adalah mobilitas vertikal Jokowi terjadi begitu cepat.Melalui sifat yang rendah
hati terhadap rakyat yang dipimpinnya nama seorang Jokowi menjadi buah bibir di
seluruh kalangan masyarakat. Menjadikannya sebagai orang yang dipandang oleh
berbagai warga Indonesia yang cocok untuk menjadi panutan bagi pemimpin
lainnya. Sewaktu masih menjabat Walikota solo sosok Jokowi tidak ada seorang
rakyat yang mengeluhkan kinerjanya. Walaupun tidak banyak orang yang tahu pasti
akan silsilah keluarga besarnya, Jokowi tetap tenang menanggapi berbagai gunjingan
mengenai hal yang pernah diberikan kepadanya. Hal tersebut mengenai seorang ibu
kandungnya yang masih tanda tanya akan kebenarannya. Dari berbagai kalangan
yang kontra soal kehebatan Jokowi selalu ada hal-hal buruk yang ia terima. Politik
memanglah tidak semulus yang banyak orang bayangkan.Baik untuk diperhatikan
atas kegiatan di dalam kabinet kerja dari Sabang sampai Merauke, fasilitas
untuk menempuh jarak jauh kini dapat diakses dengan cepat melalui program
kerjanya.
Analisis Kasus
Berdasarkan kasus di atas yang menjelaskan tentang mobilitas sosial
yang dialami oleh Jokowi, dapat diketahui bahwa mobilitas sosial
atau gerak sosial merupakan bentuk perpindahan dari posisi yang satu ke posisi
yang lainnya untuk mencapai suatu kepentingan yang lebih baik.Dapat kita
ketahui bahwa berawal dari seorang pengusaha lokal kehidupan Jokowi mulai
mengembangkan sayapnya lewat politik menjadi Walikota Solo dua periode. Sikap
rendah hati yang dimiliki Jokowi mengundang simpati nasional membuat semua
orang tahu akan sifat teladannya tersebut. Setelah menjadi Walikota Solo Jokowi
berhasil menjadi Gubernur terpilih di Provinsi DKI Jakarta didampingi oleh
Basuki Tjahaja Purnama biasa dipanggil Ahok, mengalahkan pasangan calon cagub dan
cawagub lainnya. Belum selesai mengemban amanah sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta,
Jokowi berhasilmenjadi Presiden RI ke-7. Melalui politik Jokowi berhasil
menjadi Presiden Republik Indonesia dan melalui politik juga status sosialnya
meningkat tajam sehingga mobilitas vertikal Jokowi terjadi begitu cepat.Banyak
orang yang telah menjatuhkan dirinya sebagai pemimpin, namun dengan sifat yang
rendah hati dan penuh kesabaran Jokowi mampu melaluinya dengankeberhasilan yang
bisa dibilang tidak mudah dicapai. Ibarat sebuah pepatah yang mengatakan sudah
jatuh tertimpa tangga. Itulah yang Jokowi alami saat-saat menjadi seorang
pemimpinbanyak fitnahan maupun caci makian diterimanya. Diharapkan dari banyak
kalangan yang mendukung kinerjanya bahwa jangan pernah goyah dalam kepentingan
semua kalangan warga negaranya.Pada masa pemerintahan sebelumnya banyak prospek
kerja yang mangkrak, padahal masih banyak prospek lainnya yang masih
dijalankan. Bagaimanapun masalah yang ada pasti ada jalan untuk menyelesaikan
masalah yang sukar sekalipun. Berbagai kalangan yang telah menjadikan bahan
hinaan banyak yang melakukan blunder atau dalam kata lainjustru mendukungnya.
Hal yang membuat tidak selayaknya bagi penjilat ludahnya sendiri.
Komentar
Posting Komentar