Kasus interaksi dan stratifikasi dalam pendidikan
Kasus
Dalam lingkungan
sekolah terjadi interaksi sosial antara komponen-komponen pendukungnya yang
memiliki status yang berbeda-beda. Misalnya kepala sekolah, guru, siswa,
pegawai tata usaha, penjaga sekolah, dan komponen lainnya. Masing-masing
komponen menjalankan fungsi sesuai dengan statusnya, misalnya kepala sekolah
yang mempunyai tanggung jawab atas seluruh aktivitas di sekolahnya. Tindakan
sehari-harinya harus mencerminkan tindakan sebagai kepala sekolah misalnya
dalam berinteraksi dengan guru, murid, karyawan, bahkan dengan penjaga
sekolah.Kepala sekolah harus demokratis, terbuka, jujur, dan penuh kekeluargaan.
Ia harus menjadi contoh bagi murid, guru, dan karyawan-karyawannya. Demikian
pula sebagai guru, murid, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah harus
menyesuaikan dengan aturan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan sekolah.
sosial dalam dunia pendidikan sangatlah banyak baik itu dari pendidik kepada
peserta didik, ataupun peserta didik itupun sendiri ke peserta didik lainnya. Proses
belajar mengajar yang dilakukan di kelas selama ini seringkali satu arah dimana
siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru. Oleh karenanya, siswa lebih
dilibatkan secara aktif untuk berinteraksi dengan guru atau antar siswa. siswa
akan mampu mengingat dan memahami materi lebih dalam dan lama jika mereka mampu
menjelaskan isi materi. Kita bisa melihat bahwasanya kurangnyainteraksi antara
pendidik dengan peserta didik, dikarenakan kerapkali pendidik menganggap
peserta didik itu sebagai objek, padahal yang menjadi objek sesungguhnya dari
peserta didik ialah realitas kehidupan sekitarnya, agar dia bisa sendiri
obejktif dalam menilai hingga bisa merubahlingkunganya sendiri.
Analisis
Kurangnya
interkasi antara pendidik dengan peserta didik dikarenakan penddik kerapkali
kalau di berikan intruksi ataupun masukan oleh peserta didiknya, pendidik
seoalah-olah pedagogis atau mencari pembelaan diri agar citranya sebagai
pendidik tidak tercoreng, kebanyakan sekarang pendidik menganggap peserta didik
itu seperti bejana kosong yang tidak memiliki isi, padahal tidak semua peserta
didik itu tidak memiliki pengetahuan. Pendidik seharusnya harus menganggap
pendidiknya itu sebagai subjek agar dapat menghasilakan interkasi, dan realitas
kehidupan tersebutlah yang akan menjadi obejeknya
·
Kasus
stratifikasi dalam pendidikan
Kasus
Pada
stratifikasi sosial yang terjadi dalam dunia pendidikan, maka dapat dipahami
mengenai status yang dimiliki oleh seseorang. Dalam sosiologi ini dikenal
dengan adanya status yang sudah dimiliki sejak lahir dan ada juga status yang
kita miliki melalui suatu usaha atau perjuangan terlebih dahulu. Jika diangkat
konsep stratifikasi ini ke dalam tingkatan masyarakat, maka pendidikan
merupakan salah satu mekanisme yang bisa dipilih oleh setiap individu untuk
menaikkan status yang dimilikinya. Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi
sekurang-kurangnya dalam dua hal, yakni pertama, pendidikan yang tinggi
memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan
mempengaruhi jenjang kelas sosial. Pendidikan bukan hanya memberikan
keterampilan kerja tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat,
tujuan, cara berbicara (perubahan cara hidup seseorang). Manusia sebagai
makhluk sosial selalu ingin hidup dan eksis dalam masyarakat. Salah satu
institusi sosial yang dapat membantu eksistensi manusia dalam masyarakat adalah
institusi pendidikan. Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki
fungsi dan peran dalam perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam
segala lini. Dalam hal ini lembaga pendidikan memiliki dua karakter secara
umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan
dari sebuah sistem. Kedua, mengenali individu yang berbeda-beda dalam peserta
didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan. Kedua karakter umum
lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa institusi pendidikan juga sebagai
institusi sosial.
Kemajuan suatu
bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.
Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang
tidak lain dipenuhi melalui bidang pendidikan. Berkembangnya pendidikan akan
mendorong terjadi perubahan sosial. Pendidikan membuat seorang individu
mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi
pada kehidupan masyarakat lain, melalui pola pikir yang maju dan terpelajar.
Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan
masyarakat yang maju.Pendidikan di pandang sebagai jalan untuk mencapai
kedudukan yang lebih baik di dalam masyarakat. Makin tinggi pendidikan yang
diperoleh makin besar harapan untuk mencapai itu. Dengan demikian terbuka
kesempatan untuk meningkat ke golongan sosial yang lebih tinggi. Pendidikan
dilihat sebagai kesempatan untuk beralih dari golongan yang satu ke golongan
yang lebih tinggi.
Analisis
Pendidikan
adalah suatu usaha yang membantu untuk mengembangkan potensi anak, atau bisa
dikatakan tempat pendewasaan diri. Sedangkan stratifikasi sosial adalah
perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara
bertingkat (hierarki). Hubungan antara pendidikan dan stratifikasi sosial itu
sendiri adalah dikarenakan pendidikan mendorong terjadi perubahan sosial.
Mengapastratifikasi dalam dunia pedidikan semakin marak, dan bagaiaman cara
mengelesaiakanya?, kasus stafikasi ini sangatlah sulit untuk dihapuskan, kalau
pemerintah ingin menghapuskan kasus nepotisme di dalam pendidikan itu sangatlah
sulit, kalau saran saya semua itu bisa terjadi, dimulai terlebih dahulu dari
individu individu seseorang, kenalilah dirimu terlebih dahulu atau ubahlah
dirimu terlebih dahulu agar engkau bisa mengubah diri orang lain.
Komentar
Posting Komentar